Lama Baca 4 Menit

Ketika Prabowo Pasang Badan untuk Whoosh, Prioritas Nasional di Atas Kalkulasi Ekonomi

06 November 2025, 09:45 WIB

Ketika Prabowo Pasang Badan untuk Whoosh, Prioritas Nasional di Atas Kalkulasi Ekonomi-Image-1

Bolong.id - Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh keberlanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh, yang merupakan hasil kerja sama strategis antara Indonesia dan Tiongkok.

Dalam pidatonya saat peresmian Stasiun Tanah Abang yang baru, Prabowo menyampaikan bahwa proyek Whoosh tidak bisa hanya dilihat dari sisi bisnis semata. Ia bahkan menegaskan siap pasang badan dan mengambil tanggung jawab penuh atas dinamika yang terjadi di balik proyek transportasi modern tersebut.

“Kalau ada yang harus disalahkan, saya yang tanggung jawab. Jangan salahkan yang lain. Ini proyek besar, hasil kerja keras banyak pihak,” ujar Prabowo dengan tegas di hadapan tamu undangan, Selasa (04/11).

Simbol Kemajuan dan Kerja Sama Indonesia-Tiongkok

Prabowo menilai Kereta Cepat Whoosh bukan sekadar sarana transportasi baru, melainkan simbol dari kemajuan teknologi, kolaborasi internasional, dan keberanian Indonesia melangkah maju.

Menurutnya, kerja sama dengan Tiongkok dalam proyek ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu berpartisipasi dalam pengembangan teknologi transportasi canggih di tingkat global.

“Kereta cepat Whoosh adalah kebanggaan nasional. Ini simbol kemajuan bangsa dan kerja sama dengan mitra strategis kita, Tiongkok,” ucapnya.

Jangan Hitung Untung Rugi Dulu

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengajak publik untuk tidak menilai proyek Whoosh hanya dari sisi untung atau rugi ekonomi. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur besar seperti ini memiliki dampak jangka panjang yang tidak bisa langsung diukur dengan angka.

“Jangan dihitung untung ruginya dulu. Ini investasi masa depan bangsa,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, manfaat seperti peningkatan mobilitas masyarakat, efisiensi waktu, dan transfer teknologi jauh lebih penting daripada sekadar perhitungan finansial jangka pendek.

Minta Publik Tak Gaduh soal Whoosh

Prabowo juga mengimbau agar masyarakat tidak memperkeruh suasana dengan debat yang tidak produktif terkait proyek ini. Ia menilai, pembangunan besar selalu menyertakan proses belajar dan perbaikan, dan hal itu merupakan bagian alami dari kemajuan.

“Kita harus bangga. Kalau ada kekurangan, ya kita perbaiki. Tapi jangan gaduh dan jangan menjelekkan hasil karya anak bangsa,” ujarnya.

Jangan Politisasi Masalah Utang

Menjawab isu mengenai pembiayaan proyek, Prabowo menegaskan agar masalah utang Whoosh tidak dijadikan bahan politik. Ia menilai utang dalam pembangunan adalah hal yang lumrah selama dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.

“Semua negara besar juga punya utang untuk membangun. Yang penting dikelola dengan baik dan jujur,” tuturnya.

Prabowo menambahkan, proyek besar seperti ini harus dilihat dalam konteks pembangunan nasional yang berkelanjutan, bukan sekadar alat politik jangka pendek.

RI Bayar Rp1,2 Triliun per Tahun, Tapi Mampu!

Data dari Kementerian Keuangan menyebut, Indonesia membayar cicilan utang proyek Kereta Cepat Whoosh sekitar Rp1,2 triliun per tahun. Pembayaran dilakukan secara bertahap melalui skema pinjaman lunak dari Tiongkok dengan tenor panjang dan bunga rendah.

Meski nilainya besar, Prabowo memastikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia cukup kuat untuk memenuhi kewajiban tersebut.

“Kita mampu bayar. Ekonomi kita kuat. Jangan takut dengan angka-angka. Yang penting, proyek ini membawa manfaat untuk rakyat,” katanya menegaskan.

Whoosh, Langkah Besar Menuju Masa Depan

Kereta Cepat Whoosh kini menjadi ikon baru transportasi Indonesia. Lebih dari sekadar proyek, Whoosh mencerminkan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberanian bangsa dalam mengejar kemajuan.

Sebagai proyek strategis nasional pertama di Asia Tenggara, Whoosh menjadi tonggak penting menuju masa depan transportasi ramah lingkungan, efisien, dan modern.

“Whoosh bukan hanya kereta cepat, tapi lambang semangat bangsa yang mau belajar, maju, dan percaya diri,” tutup Prabowo. (*)

Informasi Seputar Tiongkok