Bolong.id - Pemerintah Taiwan mempercepat rencana pembangunan jaringan pertahanan terpadu yang dikenal sebagai T-Dome, bertujuan memperkuat kemampuan deteksi dan intersepsi menghadapi potensi serangan militer dari China. Gagasan ini digagas oleh Presiden Taiwan William Lai Ching-te sebagai bagian dari investasi besar dalam sistem keamanan nasional.
Dilansir SCMP, Selasa (30/12/25), dalam sebuah wawancara televisi terbaru, Lai menjelaskan bahwa jaringan T-Dome akan menggabungkan data dari satelit, radar, dan pesawat nirawak (drone) ke dalam satu connectivity network berlapis (layered defence) yang menciptakan “payung” pertahanan menyeluruh di seluruh pulau.
Sistem ini dirancang untuk memberikan kesadaran situasional tinggi serta kemampuan intersepsi efektif terhadap ancaman seperti rudal, roket, drone, dan pesawat tempur yang diperkirakan bisa digunakan dalam sebuah serangan besar.
Komponen kunci dari T-Dome adalah integrasi antara sistem buatan AS dan perangkat domestik Taiwan melalui kecerdasan buatan (AI) yang mampu memproses informasi serangan secara otomatis dan cepat. Menurut Lai, penggunaan AI akan membantu mempertahankan kekuatan tempur militer Taiwan sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap warga sipil.
Sistem ini merupakan bagian dari upaya Taipei memperkuat “Taiwan Shield”, sebuah konsep pertahanan yang lebih luas, seiring meningkatnya tekanan militer dari Beijing yang terus meningkatkan aktivitas militer di sekitar Selat Taiwan. T-Dome juga dianggap sebagai salah satu langkah strategis untuk menyesuaikan postur pertahanan negara dengan ancaman modern yang beragam dan cepat berubah.
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
