Baca dalam 3 menit

Pameran Buku Langka di Shanghai Hadirkan Budaya Sastra Barat pada Pengunjung China

SHARE ARTIKEL

Foto versi Latin Sapientia Sinica, atau Kebijaksanaan China, diterbitkan pada 1662. - Image from GT

Shanghai, Bolong.id - Lebih dari 100 buku Barat langka yang dikumpulkan oleh Bibliotheca Zi-ka-wei (上海 图书馆 徐家汇 藏书 楼), perpustakaan modern paling awal yang masih beroperasi di Shanghai, dipertunjukkan kepada para pencinta buku di sebuah pameran yang diselenggarakan di Perpustakaan Shanghai pada Senin (2/11/20).

Koleksi Langka Terpilih di Bibliotheca Zi-ka-wei dari pameran Perpustakaan Shanghai menampilkan 104 harta karun sastra, yang tertua adalah salinan asli tahun 1477 dari versi Latin pertama penulis Yunani Dionysius Periegetes 'De Situ Orbis. Sorotan lainnya adalah edisi pertama Tractato de le Piu Maravegliose Cosse (The Travels of Sir John Mandeville) karya John Mandeville versi Italia pada tahun 1480 dan buku Design of Chinese Buildings, Furniture, Dresses, Machines, and Utensils yang ditulis oleh William Chambers, seorang arsitek Swedia-Skotlandia terkemuka serta seorang promotor fanatik "gaya Tiongkok" di dunia arsitektur Eropa.

Karya paling menonjol dari pameran berskala besar buku-buku langka asing yang dimiliki oleh Perpustakaan Shanghai dalam beberapa tahun terakhir ini adalah terbitan Sapientia Sinica, atau Kebijaksanaan Tiongkok. Karya itu diterbitkan pada 1662 dalam bahasa Latin dan Tiongkok. Buku yang dipamerkan memiliki catatan di halaman judul yang ditulis oleh pustakawan 100 tahun lalu yang menjelaskan asal-usul buku tersebut. Buku ini langka karena saat ini hanya dikumpulkan oleh enam lembaga publik di seluruh dunia, dan salinan Shanghai adalah satu-satunya di Tiongkok.

Mengkhususkan diri dalam mengumpulkan literatur asing yang diterbitkan sebelum tahun 1950, Bibliotheca Zi-ka-wei adalah perpustakaan tua di Shanghai yang menampung lebih dari 300.000 volume literatur asing yang diterbitkan dari tahun 1477 hingga 1950. Sebuah lambang dari ikatan budaya historis antara Barat dan Timur, itu sekarang menjadi bagian dari Perpustakaan Shanghai, tempat membaca modern dan multifungsi untuk umum yang bertujuan untuk memajukan komunikasi budaya antara Tiongkok dan dunia, sebagaimana dilansir dari Global Times. (*)

Terkait

culture

Pameran Buku Langka di Shanghai Hadirkan Budaya Sast

  • Isna Fauziah
  • 05 Nov 2020
Logo follow bolong