Baca dalam 3 menit

Peribahasa China: 刻舟求剑 - Memahat Perahu untuk Menemukan Pedang

SHARE ARTIKEL

Ilustrasi - Image from Gushi Xuexi

Jakarta, Bolong.id - Peribahasa Tiongkok, atau 'chengyu 成语' dalam bahasa Mandarin, adalah bagian penting dari komunikasi di Tiongkok. Banyak orang Tiongkok berkata, jika Anda menguasai chengyu, maka Anda akan terdengar seperti penutur asli dalam waktu singkat.

Chengyu yang perlu diketahui salah satunya adalah Kè Zhou Qiú Jiàn 刻舟求剑, yang secara harfiah berarti "memahat/menandai perahu untuk mencari pedang yang hilang", dengan "Zhou 舟" menjadi kata kuno untuk perahu dan "Jian 剑" diterjemahkan sebagai "pedang".

Kisah di balik idiom ini, "Kè Zhou Qiú Jiàn", populer bahkan di antara anak-anak yang baru saja mulai bersekolah.

Peribahasa ini berasal dari sebuah cerita dalam teks Tiongkok kuno, "Sejarah Musim Semi dan Musim Gugur Tuan Lü" (吕氏 春秋), yang pada dasarnya adalah ensiklopedia klasik (sekitar tahun 239 SM) yang menyentuh berbagai topik, termasuk urusan militer, pemerintah,pertanian, dll, semua dengan anggukan filosofis pada pemikiran Tao dan Konfusianisme kontemporer.

Begini kisahnya:

Pada Periode Negara Berperang, ada seorang pria dari Negara Bagian Chu yang sedang menyeberangi sungai dengan perahu. Dia di perahu bersama beberapa pria lain.

Ketika perahu sampai di tengah sungai, pria itu tanpa sengaja menjatuhkan pedangnya ke air. Dia bergegas meraihnya, tetapi terlambat: pedangnya tenggelam ke dasar sungai. 

Para pria di perahu kaget, dan kecewa. Sebab, sungai itu dikenal dalam. Sehingga mustahil mengambil pedang. Pedang dipastikan hilang.

Ternyata si pria yang tak sengaja menjatuhkan pedang, tenang-tenang saja. Dia mengambil pisaunya dan memahat sebuah tanda di perahu.

Teman-temannya di perahu, keheranan. Merasa sangat aneh, jadi mereka bertanya kepadanya, “Mengapa kamu mengukir perahu kita?”

Dia menjawab dengan marah,”Kalian ini bodoh ya? Sungai ini sangat dalam, bagaimana caranya saya bisa mencapai dasar dan mengambil pedangku? Jadi saya memahat sebuah tanda terlebih dahulu, dan menunggu perahu sampai tiba di tepi sungai. Setelah air dangkal, saya bisa turun dengan mengikuti tanda tersebut dan mengambil pedangku.”

Semua orang tertawa. Jadi, siapa yang pintar dan siapa yang bodoh?

Dilansir dari Chinesereadersguild, saat ini, orang menggunakan ungkapan "Kè Zhou Qiú Jiàn (memahat perahu untuk menemukan pedang)" adalah untuk menyindir mereka yang keras kepala dan tidak bisa beradaptasi. 

Hal-hal di dunia ini selalu berubah. Jadi, ketika kita menghadapi sebuah masalah, kita harus berpikir bahwa masalah ini mungkin memerlukan cara penyelesaian yang baru.

Bagaimana cara menggunakan ungkapan "Kè Zhou Qiú Jiàn”? Mari lihat kalimat di bawah ini:

1. Dalam menanggapi berbagai keadaan, kita tidak boleh "Kè Zhou Qiú Jiàn”, tidak tahu bagaimana beradaptasi.

2. Tentu saja, kita tidak bisa memberi orang "Kè Zhou Qiú Jiàn (yang keras kepala dan tidak bisa beradaptasi)” ini kesempatan untuk melakukan hal-hal besar. (*)

Terkait

ces 2020

CES ASIA 2020 di Shanghai ditunda!

  • Bolong team
  • 12 Mar 2020

coronavirus

Penjualan iPhone di Tiongkok bulan Februari Turun 60

  • Bolong team
  • 12 Mar 2020

covid-19

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Negatif Corona, 1 Ma

  • Bolong team
  • 19 Mar 2020

corona

Tiongkok Beri Bantuan Medis, Miris, Saat Warga Jakar

  • Bolong team
  • 19 Mar 2020

kesehatan

Menguji Khasiat Jamu Jokowi dan Jamu Herbal Tiongkok

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

berita

Krisis Kepedulian Tanggapi Corona, Anggap Remeh hing

  • Bolong team
  • 19 Mar 2020
Logo follow bolong