Baca dalam 3 menit

Kemenlu Tiongkok: Tidak ada Jurnalis Tiongkok di AS Terima Perpanjangan Visa

SHARE ARTIKEL

Tidak ada Jurnalis Tiongkok di AS Terima Perpanjangan Visa - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Jurnalis Tiongkok telah lama mengajukan aplikasi perpanjangan visa mereka kepada pemerintah Amerika Serikat (AS), tetapi belum ada yang menerima jawaban yang jelas. Hal ini diungkapkan oleh Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian (赵立坚), pada jumpa pers hari Senin (17/8/2020).

Pihak kementerian pun kemudian mendesak AS untuk menghentikan penindasan politik terhadap media dan jurnalis Tiongkok, dan mengatakan Tiongkok akan terpaksa menanggapi jika AS terus melakukan kesalahan.

“Pada 8 Mei, AS secara signifikan mengurangi lama tinggal jurnalis Tiongkok di AS menjadi kurang dari 90 hari dengan perpanjangan akan diterapkan setiap tiga bulan. Kami mengetahui bahwa semua jurnalis Tiongkok telah lama mengajukan aplikasi perpanjangan visa mereka ke AS, tetapi tidak ada dari mereka yang menerima balasan,” ungkap Zhao, dilansir dari laman Global Times.

Zhao mencatat bahwa penyebab dan tanggungjawab atas situasi saat ini terletak pada AS. “AS harus memastikan bahwa keamanan, properti, dan hak serta kepentingan sah lainnya dari jurnalis Tiongkok di AS tidak dilanggar, dan bahwa pekerjaan normal mereka tidak terpengaruh. Jika AS terus berada di jalur yang salah, Tiongkok akan terpaksa untuk memberikan tanggapan yang tepat dan dengan tegas melindungi hak dan kepentingannya yang sah,” tambahnya.

Visa semacam ini biasanya tidak perlu diperpanjang, kecuali jurnalis berpindah tempat kerja. Namun, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengumumkan pada 8 Mei 2020 bahwa reporter Tiongkok yang bekerja untuk outlet media non-AS akan dibatasi visa kerja mereka menjadi 90 hari dan harus mengajukan perpanjangan setiap 90 hari. Aturan baru tersebut mulai berlaku pada 11 Mei 2020.

“Tindakan semacam itu telah sangat mengganggu aktivitas pelaporan normal media Tiongkok di AS dan mengganggu pertukaran budaya dan orang-ke-orang antara kedua negara. Di satu sisi, AS mengklaim kebebasan pers. Namun, (peraturan) itu mengganggu dan menghalangi pemberitaan normal media Tiongkok di AS yang mengekspos kemunafikannya terhadap apa yang disebut sebagai kebebasan pers, standar ganda, dan hegemoni,” kritik Zhao. (*)

Baca Juga:

AS Belum Perpanjang Visa 90 Hari Jurnalis Tiongkok yang Habis Hari Ini

Carrie Lam Berencana Batalkan Visa AS Miliknya

Lagi, AS Akan Batasi Visa Pejabat Tiongkok, Kali Ini Masalah Tibet


Terkait

berita

Cara Tiongkok Tindak WNA yang Masuk Selama Wabah Corona, Bag...

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

berita

Beda Tiongkok dan Indonesia Instruksikan Penutupan Wisata Se...

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

teknologi

Kemajuan Tiongkok Jadi Kunci Kemenangan Melawan Corona 

  • Bolong team
  • 20 Mar 2020

teknologi

Teknologi Hebat Tiongkok yang Digunakan di Indonesia 

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

berita

Kisah-kisah Warga Indonesia di China Selama Corona

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020

berita

Tips Sukses Nanjing, Tiongkok Turunkan Kasus Covid-19 Hingga...

  • Bolong team
  • 21 Mar 2020
Logo follow bolong