Film Mulan Untung Rp 95 M, Masih di Bawah Ekspektasi

logo clock 3 Menit logo clock 23-09-2020, 19:45

Mulan Raih Untung 95 M, Tapi Masih Bukan yang Diharapkan - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Beijing, Bolong.id - Penayangan film Mulan untung USD6,47 juta (setara Rp95,1 miliar) pada pekan kedua penayangannya di Tiongkok. Itu masih belum mengalahkan pendapatan film perang The Eight Hundred yang box office Tiongkok saat ini.

Kini, Mulan telah mengumpulkan USD36,5 juta atau setara dengan Rp536,7 miliar di negara asal cerita Mulan tersebut. Sementara, film The Eight Hundred masih kokoh di atas dengan pendapatan sekitar tiga kali pendapatan Mulan pada pekan ini meski film tersebut telah tayang selama sebulan di Tiongkok, dilansir dari CNN, Rabu (23/9/2020).

The Eight Hundred telah meraih USD425 juta (setara dengan Rp6,2 triliun) sejak dirilis pada 21 Agustus lalu. Ini menjadikan The Eight Hundred film dengan pendapatan tertinggi pada tahun 2020 ini. Pendapatan tersebut belum akan berhenti, diprediksi masih akan bertambah hingga USD446 juta (sekitar Rp6,6 triliun) pada beberapa hari mendatang.

Di sisi lain, Mulan diprediksi hanya akan meraih USD41 juta (setara dengan Rp608 juta), atau sekitar 10 persen dari predikis The Eight Hundred.

Film lain yang merupakan karya dari Christopher Nolan, Tenet membayangi Mulan pada pekan ini dengan pendapatan USD5,6 juta atau sekitar Rp83 miliar. Nilai tersebut membuat film tersebut total mendapat USD61,4 juta (setara dengan Rp910 miliar) di pasar Tiongkok.

Mulan debut dengan kurang mendapat antusias dari para pecinta film di Tiongkok. Penjualan tiket pada pekan pertama mendapatkan angka jauh di bawah target, yaitu sebesar USD23 juta atau sekitar Rp344,2 miliar.

Kekecewaan dirasakan oleh Disney dan tim karena angka penjualan tersebut. Mulan diharapkan dapat mengisi daftar film-film terlaris yang disutradarai seorang wanita dan menguasai box office Tiongkok. Disney dinilai memilih mengesampingkan musikal Mulan versi animasi ke live-action tersebut demi menarik penonton Tiongkok yang merupakan salah satu pasar film terbesar di dunia.

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

China Serukan Kemajuan Keterbukaan Pendidikan

 

logo clock 25-10-2020, 13:49
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

AS Terus Salahkan China Atas Virus, China Siap Balas Jika Dirugikan

 

logo clock 25-10-2020, 07:01
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Diserang Perwakilan AS untuk PBB, China Respon Begini...

 

logo clock 25-10-2020, 06:48
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Kemenlu China: Pekerja Xinjiang Bukan Kerja Paksa

 

logo clock 24-10-2020, 17:32
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Inggris Ungkap Rincian Visa BNO yang Kontroversial untuk Penduduk HK

 

logo clock 24-10-2020, 17:32
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Viral