Baca dalam 4 menit

Jangan Percaya Rumor tentang Kesehatan

Waktu Publish : 20 Sep 2021, 18:19 WIB
SHARE ARTIKEL

ilustrasi pasangan lansia - Image from toutiao


Jakarta, Bolong.id- Dilansir dari 丽芹医生科聊 pada Sabtu (18/9/2021) Masyarakat harus teliti pada rumor tentang kesehatan. Simak rumor berikut ini.

1. "Limbah" pembuluh darah tepat waktu dapat menyebabkan trombosis jika tidak dibersihkan

Padahal, tidak ada limbah di pembuluh darah. Banyak orang menganggap bahwa tubuh kita pasti akan menumpuk banyak hal kotor setelah berpuluh-puluh tahun beraktivitas, tetapi pada kenyataannya, tidak akan ada yang disebut racun atau limbah di dalam pembuluh darah. Jika ada hal-hal buruk di pembuluh darah, itu hanyalah metabolit (produk akhir dari proses metabolisme)

Dalam keadaan normal, metabolit dalam tubuh kita, seperti urea, akan diangkut bersama aliran darah dan akhirnya mencapai organ yang ditentukan, seperti ginjal. Setelah melalui proses di organ-organ ini, metabolit kita akan dikeluarkan dari tubuh, jadi kita tidak perlu khawatir meskipun ada metabolit dalam darah.

Ilustrasi pembuluh darah - Image from toutiao

2. Berjalan sepuluh ribu langkah sehari dapat dengan mudah hidup sampai seratus tahun

Semua orang mengatakan bahwa hidup terletak pada olahraga. Benarkah semakin banyak Anda berjalan, semakin sehat Anda? Kesimpulan ini salah. Olahraga yang berlebihan tidak hanya tidak baik untuk tubuh manusia, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh kita, terutama untuk cedera sendi. Jika sudah cedera sulit untuk kembali ke kondisi awal, apalagi bagi teman lansia, cedera sendi sangat sulit untuk dirawat.

Tentunya jika kita berolahraga dengan benar setiap hari, maka akan berdampak positif bagi tubuh kita. Kami tidak pernah menentang olahraga. Kami hanya menentang olahraga berlebihan dan olahraga yang akan membahayakan tubuh manusia. Jika Anda ingin berolahraga, tidak apa-apa bagi teman paruh baya untuk berjalan 6000 langkah sehari. Lansia harus mengurangi jumlah olahraga yang sesuai.

Berjalan kaki - Image from toutiao


3. Makan selagi panas. Makanan panas baik untuk usus dan perut

Sekarang banyak orang berpikir bahwa kita harus makan saat makanan masih panas. Terutama di musim dingin, ketika cuaca dingin, orang-orang ini lebih suka makan makanan yang baru dimasak. Praktek ini salah. Yuk simak penjelasan para ahlinya.

Para ahli mengatakan bahwa hal-hal yang terlalu panas hanya akan merusak kerongkongan kita. Meskipun kita makan sesuatu ke dalam perut kita, ketika makanan melewati kerongkongan, itu membuat kerongkongan sangat tidak nyaman, seperti menyentuh air matang, bisa berdampak serius pada mukosa kerongkongan. Seiring waktu, mukosa esofagus tidak dapat diperbaiki dengan sendirinya, dan sangat mudah terinfeksi bakteri asing. Pada saat yang sama, suhu tinggi akan menyebabkan kanker kerongkongan. Sering makan makanan panas mudah meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Hotpot - Image from toutiao


Demikian pula, ketika kita makan hot pot, kita tidak bisa mengambilnya dan memakannya. Kita harus menunggu sampai makanan mendingin ke suhu yang tepat. Jika Anda tidak bisa menunggu, Anda bisa mencocol makanan dengan saus celup, yang bisa mempercepat pendinginan. Minum teh dan susu panas juga tidak baik, harus ditunggu hangat terlebih dahulu.

Terkait

news

China Akan Bangun 100 Kota Ramah Anak

  • Djono W. Oesman
  • 21 Oct 2021

news

Kosmetik Berlabel "Food Grade" Lebih Aman? BPOM China: Ini M...

  • Lupita
  • 19 Oct 2021

news

Otoritas China Larang Anak di Bawah Umur Check-in Hotel

  • Djono W. Oesman
  • 19 Oct 2021

news

China Akan Bangun Lingkungan Ramah Anak di 100 Kota

  • Djono W. Oesman
  • 18 Oct 2021

lifestyle

Memancing Jadi Trend Hobi Baru di Kalangan Anak Muda China

  • Lupita
  • 13 Oct 2021

news

Mengapa Anak-Anak Tiongkok Tidak Bisa Berhenti Bermain Game ...

  • Lupita
  • 13 Oct 2021
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong