Lama Baca 6 Menit

KA Jakarta-Bandung Sudah Layani Sejuta Penumpang

27 December 2023, 12:46 WIB

KA Jakarta-Bandung Sudah Layani Sejuta Penumpang-Image-1
Penumpang mengambil foto sebelum menaiki Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Jakarta

Beijing, Bolong.id - Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau High Speed Railway  (HSR), atau HSR pertama di Asia Tenggara, sudah melayani 1 juta penumpang sejak peresmian 17 Oktober sampai 25 Desember 2023, kata China State Railway Group Co, Senin.

Dilansir dari Shanghai Daily  Selasa  (26/12/23), Menjelang akhir tahun, Stasiun Halim di Jakarta Timur semakin ramai dengan penumpang yang menaiki kereta yang diberi nama “Whoosh” itu.

Arus penumpang yang meningkat pesat telah mendorong PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), sebuah konsorsium patungan antara perusahaan Indonesia dan Tiongkok yang membangun dan menjalankan HSR, untuk meningkatkan layanan kereta api menjadi 48 perjalanan per hari dari sebelumnya 14 perjalanan.

Dengan kecepatan desain 350 km per jam, HSR menghubungkan Stasiun Halim Jakarta ke Stasiun Tegalluar di kota terbesar keempat Bandung, mempersingkat perjalanan dari tiga jam menjadi sekitar 40 menit.

Kereta api tersebut, merupakan proyek kereta api berkecepatan tinggi pertama di luar negeri yang sepenuhnya menggunakan sistem, teknologi, dan komponen industri kereta api Tiongkok, telah menjadikan Bandung mudah diakses dari Jakarta, menawarkan lebih banyak pilihan bagi wisatawan, komuter, dan keluarga yang tinggal terpisah, serta meningkatkan pariwisata lokal. dan membuka peluang baru.

Itu merupakan perjalanan ketiga Anashtasyah Kaetlyn dengan Whoosh yang menurutnya kini menjadi transportasi favoritnya. Sebagai warga Bandung yang bekerja di Jakarta, ia kembali ke Bandung setiap akhir pekan.

“Sejak kereta ini beroperasi, saya selalu membawanya untuk perjalanan pulang, karena sangat cepat dan hemat waktu. Saya tidak suka perjalanan jauh,” katanya kepada Xinhua.

Biasanya ia turun di Stasiun Padalarang di Kabupaten Bandung Barat dan membutuhkan waktu 10 menit lagi untuk pulang dengan sepeda motor atau taksi.

Bekerja di Jakarta bersama keluarganya yang tinggal di Bandung, provinsi Jawa Barat, Bagus Ahli Ramadhan, 36 tahun, baru-baru ini membatalkan rencana memindahkan istrinya yang sedang hamil untuk tinggal di Jakarta berkat kereta api.

“Saya biasanya pulang ke Bandung dua minggu sekali untuk menjenguk istri saya, tapi sekarang HSR sudah lebih mudah. Setelah jam kantor saya bisa ke Bandung yang hanya memakan waktu 46 menit, lalu paginya saya akan kembali ke Jakarta sebelumnya. jam kantor. Luar biasa,” kata Ramadhan.

Bandung pun menjadi pilihan baru bagi Enny Nuraeni, 49 tahun, untuk menghabiskan akhir pekan untuk melepaskan diri dari kesibukan Jakarta. 

Sebelumnya, ia jarang berlibur ke Bandung karena menghabiskan banyak waktu untuk pergi ke sana. “Perjalanan dengan kereta api atau mobil melelahkan. Kami pasti sudah lelah bahkan sebelum tiba di Bandung,” ujarnya.

Dzulfikar Muhammad Aziz, 29, juga sempat berlibur ke Bandung. Ia mengatakan Stasiun Halim, tempat ia memulai perjalanannya, “sangat layak, luas, bersih dan nyaman.”

"Untuk stasiun, besar sekali. Lebih mirip bandara. Tapi dengan stand makanan yang lebih terjangkau," kata Aziz.

Desy Setiawati, 24 tahun, merasakan hidupnya berubah ketika ia terpilih dari ribuan pelamar untuk menjadi salah satu pramugari kereta pertama di HSR. “Inilah yang paling saya dan keluarga banggakan di tahun 2023,” ujarnya.

Setelah dua bulan menjalani pelatihan teori sistematis dan pengoperasian praktis di kereta, dia mengambil jabatannya dan memulai karir baru sebagai pramugari kereta berkecepatan tinggi.

“Saya ingat pernah membantu penumpang kursi roda. Dengan toilet yang dirancang khusus di kereta, penumpang tersebut mengaku merasa dirawat dengan baik,” ujarnya seraya menambahkan bahwa momen seperti itu menjadi pengalaman paling tak terlupakan dalam kariernya.

Teknisi kereta api di belakang layar juga sangat bangga dengan pekerjaan mereka. Galang Swandaru, lulusan teknik sipil berusia 27 tahun, menjadi insinyur kendali mutu di departemen proyek kereta api kecepatan tinggi di China Tiesiju Civil Engineering Group setelah mengikuti pelajaran pelatihan tatap muka dengan guru bahasa Mandarinnya.

“Ada banyak teknisi muda Indonesia seperti saya di bidang perkeretaapian yang telah belajar keterampilan profesional dari guru-guru Tiongkok serta dari bekerja di lokasi,” kata Swandaru.

Selain membina talenta muda, departemen proyek memprioritaskan perekrutan penduduk desa terdekat, yang juga menyelenggarakan pelatihan khusus seperti operasi pengelasan, pengangkatan forklift, dan pengangkatan.

Data KCIC menunjukkan bahwa 45.000 pekerja Indonesia dilatih di lokasi selama pembangunan jalur kereta api, dan proyek ini telah menciptakan sekitar 51.000 lapangan kerja di Indonesia.

Penumpang seperti Nuraeni dan Aziz juga merasakan manfaat lain dari naik kereta berkecepatan tinggi. 

Tiket tersebut memberikan akses gratis ke sejumlah destinasi wisata ternama di Lembang, kota di Kabupaten Bandung Barat yang menjadi tempat sejumlah atraksi wisata, antara lain Pasar Terapung Lembang, Dusun. Bambu, dan Rumah Pertanian.

Menurut operator Whoosh KCIC, promosi yang dimulai pada bulan Oktober ini bertujuan untuk menawarkan bonus bagi penumpang dan meningkatkan pariwisata lokal.

“Tiket HSR sangat worth it,” kata Aziz. “Ada juga layanan shuttle bus gratis yang bisa kita naiki di stasiun Padalarang setelah turun dari HSR menuju tempat wisata.”

Menurut Ridwan Kamil.

 

 

Informasi Seputar Tiongkok.