Baca dalam 4 menit

Mitologi China: 东郭先生 Tidak Membedakan Simpati yang Benar dan yang Salah

Waktu Publish : 07 Dec 2021, 18:37 WIB
Sumber : 百度
SHARE ARTIKEL

ilustrasi Mitologi China 东郭先生 - Image from Dari berbagai sumber. Segala keluhan terkait hak cipta silahkan hubungi kami

Bolong.id – Zaman dahulu kala, ada seorang cendikiawan Tiongkok bernama Dong Guo, yang sangat giat dalam belajar. Suatu hari, Dong Guo menaiki seekor keledai dan membawa banyak buku pergi ke negara bagian Zhongshan untuk mencari jabatan resmi.

Dilansir dalam 百度 pada (7/12/2021), di tengah perjalanan, tiba-tiba ada seekor serigala dengan banyak luka di tubuhnya berlari ke arah Dong Guo dan berkata "Tolong bantu aku! Pemburu itu memanah dan ingin membunuhku. Sembunyikan aku dan di masa depan aku akan membalas jasamu."

Dengan itu, Tuan Dong Guo membiarkan serigala menggulung anggota tubuhnya, kemudian mengikat serigala dengan tali, dan membuat tubuhnya sekecil mungkin sehingga bisa diletakkan masuk ke dalam tumpukkan buku.

Setelah beberapa saat, pemburu mengejarnya dan menemukan bahwa serigala itu hilang, jadi dia bertanya pada Dong Guo: “Apakah Anda melihat serigala? Ke mana perginya?” Pak Dong Guo berkata, “Saya tidak melihat serigala. Ada banyak jebakan di sini. Mungkin ia lolos dengan cara lain.” Pemburu itu percaya kata-kata Dong Guo dan mengejarnya ke arah lain. Setelah serigala mendengar pemburu berkuda itu pergi, dari dalam tas buku dia memohon pada Dong Guo dan berkata: “Tolong, Tuan Dong, biarkan aku keluar dan biarkan aku melarikan diri.”

Dong Guo yang baik hati tidak tahan menghadapi serigala itu akhirnya melepaskan. Tanpa diduga, serigala melolong dan berkat Dong Guo, "Karena kamu telah menyelamatkan hidupku dengan melakukan perbuatan baik. Sekarang aku sangat lapar, kamu harus melakukan perbuatan baik lagi dan biarkan aku memakanmu." Serigala membuka gigi dan cakarnya, menerkam Dong Guo.

Dong Guo bertarung dengan serigala dengan tangan kosong dan terus berteriak kepada serigala "tidak berterima kasih". Pada saat itu, seorang petani lewat dengan membawa cangkul. Dong Guo buru-buru meraihnya dan memberitahunya bagaimana dia menyelamatkan serigala.

Serigala itu tidak tahu berterima kasih dan ingin melukai dirinya sendiri. Namun, serigala menyangkal bahwa Dong Guo telah menyelamatkan hidupnya. Petani tua itu berpikir sejenak dan berkata, "Saya tidak percaya dengan apa yang Anda katakan. Bagaimana bisa, tas isi buku ini begitu kecil sehingga mana mungkin dapat menampung serigala besar. Lakukan itu lagi dan biarkan saya melihatnya dengan mata kepala sendiri."

Serigala setuju, dan ia berbaring lagi di tanah, meringkuk menjadi bola, dan meminta Dong Guo untuk mengikatnya dengan tali lagi dan memasukkannya ke dalam tas yang berisi buku itu.

Petani tua itu segera merogoh sakunya dan berkata kepada Dong Guo “Binatang jenis ini yang menyakiti manusia tidak akan berubah sifatnya. Dong Guo tiba-tiba menyadari bahwa dia sangat berterima kasih kepada petani karena telah menyelamatkan hidupnya di waktu yang tepat.

Sekarang, Tuan Dong Guo dan Serigala ini telah menjadi cerita dalam bahasa Manadarin. Dong Guo secara khusus mengacu pada mereka yang tidak bisa membedakan simpati yang benar dan salah, sedangkan Serigala i mengacu pada mereka yang tidak tahu berterima kasih dan membalas dendam.(*)

Informasi Seputar Tiongkok



Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong