Lama Baca 3 Menit

Pejabat ASEAN: Pelacakan Asal COVID-19 Harus Ilmiah

11 August 2021, 08:14 WIB

Pejabat ASEAN: Pelacakan Asal COVID-19 Harus Ilmiah-Image-1

Penelitian baru ungkap pandemi virus corona 20.000 tahun la - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id -- Wakil Sekjen ASEAN, Kung Phoak mengatakan, jika ada penyelidikan asal-usul virus Corona, harus ilmiah. "Jangan sampai jadi kejahatan rasial,” katanya.

Dilansir dari Xinhua pada Kamis (5/8/2021), dia mencatat bahwa langkah-langkah publik dan sosial termasuk penguncian dan peluncuran vaksin telah dianggap bermotivasi politik, bercampur dengan teori konspirasi, yang tidak kurang terlepas dari informasi berbasis bukti, hasil studi peer-review ilmiah dan perkembangan untuk menanggapi COVID-19.

Menurut studi bersama tentang penelusuran asal global yang dilakukan oleh WHO dan para ahli dari negara-negara termasuk Tiongkok tahun ini, penyebaran virus melalui insiden kebocoran laboratorium dianggap sebagai penyebab yang sangat tidak mungkin, katanya.

 “Jika kita mendasarkan upaya kolektif kita, seperti penelitian dan pengembangan vaksin terhadap COVID-19, pada proses dan temuan berbasis bukti dan ilmiah, studi penelusuran asal usul virus yang dilakukan oleh para ahli global harus dipahami dan dimengerti dengan cara yang sama,” kata Phoak.

"Tiongkok telah bekerja sama dengan berbagai negara dan organisasi internasional seperti WHO untuk mengatasi pandemi ini," katanya, dan berterima kasih kepada Tiongkok karena telah melakukan upaya besar dalam membagikan vaksin ke seluruh dunia, meskipun juga menghadapi tugas yang sangat berat untuk memvaksinasi rakyatnya sendiri sebanyak lebih dari satu miliar orang.

Dia meminta semua komunitas untuk fokus pada studi terhadap varian COVID-19 dan untuk bersama-sama menanggapi varian ini dengan pengobatan dan perawatan berbasis bukti baru.

 "Politisasi apa pun akan merusak semua tujuan untuk menyelamatkan nyawa manusia," katanya.  (*)