Baca dalam 3 menit

Sejarah Asian Games ke-4 Tahun 1964 di Jakarta

Waktu Publish : 06 Nov 2021, 14:28 WIB
SHARE ARTIKEL

Asean Games keempat kali pada tahun 1962 di Jakarta - Image from images.app.goo

Bolong.id - Asian Games ke-4 diadakan di Jakarta, ibu kota Indonesia, dari 24 Agustus hingga 4 September 1962, dengan durasi 12 hari. Dalam rangka menjalin persahabatan dengan Persahabatan Islam Timur Tengah dan Republik Rakyat Tiongkok, negara tuan rumah, Indonesia, untuk sementara waktu menolak mengeluarkan visa kepada pemain Israel dan Republik Tiongkok sebelum pertandingan.

Oleh karena itu Komite Olimpiade Internasional mengeluarkan Indonesia dari keanggotaan dan kelayakan untuk Olimpiade Tokyo 1964. Indonesia menjadi tuan rumah Emerging Forces Games pada tahun 1963. Untuk pertama kalinya di Asian Games ini, Asian Games Village didirikan untuk tim peserta.

Dalam kepanitiaan keseluruhan yang diadakan selama Asian Games ke-3, Indonesia dan Pakistan mengusulkan untuk menjadi tuan rumah Asean Games ke 4. Setelah pemungutan suara, Jakarta dari Indonesia mengalahkan Pakistan dengan 22 banding 20 suara dan menjadi tuan rumah Asian Games ke 4.

Pada 23 Mei 1958, pemungutan suara untuk tuan rumah Pesta Olahraga Asia 1962 dilangsungkan di Tokyo, Jepang sebelum Pesta Olahraga Asia 1958. Dewan Federasi Pesta Olahraga Asia memberi 22-20 dukungan terhadap ibu kota Indonesia atas Karachi, satu-satunya kandidat lainnya.

Berbagai persiapan penyelenggaraan dilaksanakan oleh seluruh pejabat pemerintah, baik itu sipil maupun militer dan warga Jakarta bahu membahu mensukseskannya. Untuk mempercepat pembangunan, pada tahun 1961 dibentuk Komando Urusan Asian Games (KUPAG) langsung di bawah komando Presiden Soekarno dengan komandan pelaksanaan Mayor Jenderal D. Suprayogi.

Pembangunan infrastruktur kompetisi besar-besaran meliputi Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai pencanangan pembangunan kompleks penyelenggaraan turnamen ke-4. Kawasan kompleks olahraga Senayan berdiri di beberapa bekas kampung yaitu kampung Senayan, Petunduan, Kebun Kelapa dan Bendungan Hilir.

Selain Stadion Utama, pembangunan infrastruktur dilanjutkan dengan proyek Stadion Renang berkapasitas 8.000 penonton, Stadion Tenis berkapasitas 5.200 penonton, Stadion Madya (sebelumnya disebut Small Training Football Field stau STTF) berkapasitas 20.000 penonton yang berdiri di area seluas 1.75 hektar dengan sumbu panjang 176.1 meter, sumbu pendek 124.2 meter dan dilengkapi dengan 2 tribun, semuanya selesai dibangun dalam waktu satu tahun.(*)


Informasi Seputar Tiongkok

Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong