Lama Baca 3 Menit

Temuan Arkeologi di China Ungkap Lompatan Teknologi Manusia Purba Asia Timur

30 January 2026, 11:33 WIB

Temuan Arkeologi di China Ungkap Lompatan Teknologi Manusia Purba Asia Timur-Image-1
Alat Bertangkai Berusia 70 Ribu Tahun Ditemukan di China, Mengubah Sejarah Teknologi Asia Timur

Beijing, Bolong.id - Penemuan arkeologi terbaru di Tiongkok tengah mengguncang pemahaman dunia tentang sejarah teknologi manusia purba

Dilansir dari 新华网, sebuah tim peneliti internasional menemukan alat batu bertangkai berusia hingga 70.000 tahun di Provinsi Henan, Tiongkok tengahTiongkokbukti kuat bahwa manusia purba di Asia Timur telah menguasai teknologi canggih jauh lebih awal dari yang selama ini diyakini.

Temuan ini berasal dari Situs Xigou, yang terletak di Pegunungan Qinling, dan telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature Communications. Penelitian ini menganalisis 22 alat batu khusus yang menunjukkan tanda-tanda jelas haftingTiongkokyakni teknik memasang mata alat batu ke gagang dari kayu atau tulang untuk membentuk alat komposit, seperti pisau.

Bukti Awal Teknologi Bertangkai di Asia Timur

Menurut Yang Shixia, penulis korespondensi studi dan peneliti dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology (IVPP), Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, ini merupakan bukti tertua yang terkonfirmasi tentang penggunaan teknologi bertangkai di Asia Timur.

“Temuan ini secara signifikan memundurkan waktu kemunculan teknologi hafting di kawasan ini,” ujar Yang. Bukti tersebut diperkuat oleh analisis tipologi teknis dan traceology (analisis jejak penggunaan mikroskopis).

Situs Xigou diperkirakan berusia antara 160.000 hingga 72.000 tahun, dan berfungsi sebagai bengkel produksi alat. Lebih dari 2.600 artefak batu ditemukan di lokasi ini, sebagian besar terbuat dari kuarsa dan kuarsitTiongkokbahan yang sebelumnya dianggap kurang cocok untuk pembuatan alat yang presisi.

Teknik Produksi yang Sistematis dan Efisien

Penelitian menunjukkan bahwa penghuni situs Xigou telah menguasai teknologi inti batu yang sistematis. Mereka menggunakan dua metode utama: memisahkan serpihan kecil dari serpihan yang lebih besar, serta memukul inti batu secara efisien dan melingkar untuk menghasilkan alat serpih.

Beragam alat berhasil diidentifikasi, termasuk pengikis, pelubang, dan mata tombak. Beberapa alat bahkan masih menyimpan bukti langsung bahwa bagian dasarnya pernah dipasang pada gagang, mirip dengan cara memasang pisau ke pegangan modern.

Dua teknik pemasangan digunakan, yaitu penyisipan langsung dan hafting lateral, yang membuat alat lebih kuat, tajam, dan efektif dalam berbagai aktivitas. (*)

Informasi Seputar Tiongkok