
Beijing, Bolong.id - Para arkeolog Tiongkok kembali membuat terobosan besar dalam memahami sejarah manusia purba. Kali ini, mereka menemukan bukti aktivitas manusia purba pada ketinggian tertinggi yang pernah tercatat di sisi timur Dataran Tinggi Qinghai-Tibet wilayah yang dikenal ekstrem dan dijuluki sebagai “Kutub Ketiga” dunia.
Dilansir dari 新华社 Senin (22/12/25), penemuan ini berlokasi di sekitar Danau Tsungqen Co, sebuah danau glasial di Kabupaten Daocheng, Prefektur Otonom Tibet Garze, Provinsi Sichuan. Situs tersebut berada di ketinggian lebih dari 4.300 meter di atas permukaan laut, menjadikannya bukti tertinggi keberadaan manusia purba di kawasan ini hingga saat ini.
Hunian di Ketinggian Ekstrem
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology mengungkap bahwa situs Tsungqen Co merupakan bagian dari kompleks situs Piluo, yang sebelumnya dinobatkan sebagai salah satu dari 10 penemuan arkeologi terbaik Tiongkok tahun 2021.
Berbeda dengan situs utama Piluo yang berada di ketinggian sekitar 3.750 meter dan berusia lebih dari 200.000 tahun lapisan budaya tertua di Tsungqen Co diperkirakan berasal dari sekitar 12.000 tahun lalu. Meski lebih muda, lokasinya yang jauh lebih tinggi menunjukkan kemampuan adaptasi manusia purba yang luar biasa.
Teknologi Canggih Zaman Batu
Dalam penggalian tersebut, para arkeolog menemukan lebih dari 190 artefak batu, sebagian besar berupa alat berukuran kecil hingga sedang. Artefak ini mencerminkan industri mikrolitik yang sudah maju, dengan teknik pembuatan yang halus dan efisien sebuah tanda bahwa manusia kala itu telah mengembangkan teknologi khusus untuk bertahan hidup di lingkungan bersuhu dingin dan berkadar oksigen rendah.
Menurut Zheng Zhexuan, ketua proyek penelitian situs Piluo, Tsungqen Co kemungkinan bukan sekadar tempat singgah sementara.
“Situs ini tampaknya merupakan hunian yang dikunjungi berulang kali. Ini menunjukkan bahwa lebih dari 10.000 tahun lalu, manusia sudah memanfaatkan fase iklim yang lebih hangat untuk menetap di sekitar danau dataran tinggi,” jelasnya.
Mengubah Pandangan tentang Migrasi Manusia
Dataran Tinggi Qinghai-Tibet selama ini dianggap sebagai wilayah yang sangat sulit ditembus oleh manusia purba. Namun, penemuan ini menantang anggapan tersebut. Situs Tsungqen Co menjadi kunci penting dalam memahami jalur migrasi manusia modern awal di Asia Timur, sekaligus strategi mereka bertahan hidup di lingkungan ekstrem.
Para ahli menyebut situs ini sebagai “penghubung ruang dan waktu” yang melengkapi rantai bukti aktivitas manusia di “atap dunia”. Penelitian lanjutan kini sedang dilakukan, termasuk analisis kronologi dan lingkungan purba, untuk merekonstruksi kehidupan manusia ribuan tahun silam dengan lebih detail.
Penemuan ini bukan hanya memperkaya sejarah Asia, tetapi juga menunjukkan satu hal penting sejak ribuan tahun lalu, manusia sudah memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa bahkan di tempat yang tampaknya hampir mustahil untuk dihuni. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
