
Bolong.id - Tiongkok menguji drone transportasi militer bertenaga hibrida pertamanya, CH YH-1000S, yang baru saja menyelesaikan penerbangan perdana di Chongqing. Pesawat tanpa awak ini dirancang untuk mendukung distribusi logistik bagi pasukan tempur di garis depan.
Dilansir SCMP, Kamsi (05/02/26), Media pemerintah menyebut platform ini sebagai drone angkut hibrida pertama di dunia. Sistem tenaganya menggabungkan mesin berbahan bakar dengan motor listrik, memungkinkan jarak tempuh lebih jauh, muatan lebih besar, serta kebutuhan landasan yang lebih pendek saat lepas landas dan mendarat.
CH YH-1000S merupakan pengembangan dari varian sebelumnya, CH YH-1000. Model dasar tersebut dilaporkan mampu membawa kargo hingga sekitar 1.200 kg, menjangkau 1.500 km, dan beroperasi lebih dari 10 jam, termasuk di medan kompleks.
Sejumlah analis menilai kemampuan distribusi logistik tanpa awak seperti ini berpotensi menjadi faktor pengubah permainan (game changer), khususnya dalam skenario operasi militer di kawasan Selat Taiwan. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
