Baca dalam 3 menit

Semakin Segar Makanan, Bukan Berarti Baik

Waktu Publish : 07 Apr 2020, 19:53 WIB
SHARE ARTIKEL

Semakin Segar Makanan, Bukan Berarti Baik

ilustrasi makanan segar namun beracun - Image from : gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Pada umumumnya orang berpikir bahwa, makanan baik itu adalah makanan yang masih segar. Karena ketika makanan terasa segar, maka akan memiliki nutrisi dan rasa yang lebih baik. Tentu saja benar bahwa makanan yang baik itu adalah makanan yang segar dan bergizi, namun ternyata, terdapat beberapa pengecualian. Ada makanan yang semakin segar, malah semakin beracun jika Anda mengkonsumsinya. Mari pelajari makanan apa saja yang semakin segar malah semakin beracun jika dimakan!

1) Daging ikan segar

Banyak orang berpikir bahwa, memakan ikan segar akan terasa lebih enak dan bergizi. Padahal sebaliknya, makan ikan hidup yang segar tidak terjamin kesehatannya dan tidak memiliki dasar secara ilmiah. Alasannya, karena tubuh ikan hidup yang baru saja dipotong akan menghasilkan asam laktat dan asam fosfat yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Pada saat ini, dagingnya bersifat asam dan keras. Waktu terbaik untuk memakan ikan hidup adalah 2-6 jam setelah pemotongan. Pada saat itu, daging ikan tidak hanya akan terasa segar dan lezat, tetapi juga baik untuk pencernaan dan penyerapan tubuh manusia.

2) Ubur-ubur

Ubur-ubur memang memiliki rasa yang enak, kaya akan nutrisi dan berkalori rendah. Namun, ubur-ubur tidak dapat dimakan langsung atau saat terlalu segar. Ubur-ubur segar itu mengandung racun. Jika Anda membeli ubur-ubur segar, Anda harus merendamnya dengan air garam, kemudian dikeringkan sebanyak tiga kali, dan buanglah racun yang terdapat di dalamnya, barulah Anda dapat memakannya. Jika langsung memakannya, akan menyebabkan diare, sakit perut, koma dan kondisi lainnya.

3) Buah kesemek

Buah kesemek segar akan terasa sangat sangat pahit jika dimakan. Faktanya, buah kesemek segar tidak hanya pahit, tetapi juga mengandung banyak asam tanat, yang akan membentuk batu-batu kristal kecil di dalam tubuh.

4) Susu sapi

Banyak orang berpikir bahwa, semakin segar susu sapi, semakin baik dan sehat untuk diminum. Namun fakta berkata sebaliknya. Susu sapi yang baru diperas, sebenarnya tidak dapat langsung diminum. Ketika susu diperas, akan ada banyak bakteri di dalamnya dan jika Anda meminumnya, tubuh Anda akan rentan terhadap penyakit. Setelah susu diperas, susu harus melalui berbagai proses seperti sterilisasi suhu tinggi sebelum dapat dikonsumsi.

5) Teh

Teh adalah minuman kesehatan. Orang Tiongkok sudah terbiasa minum teh sejak zaman dulu. Kini, banyak orang pergi ke tempat dimana mereka dapat menanam sayuran dan merasakan pengalaman memetik teh sendiri. Semakin segar teh, semakin baik. Namun, teh yang baru dipetik tidak dapat langsung diminum. Teh segar sering mengandung banyak zat tanin dan zat alkali. Ketika dua zat ini dikonsumsi oleh tubuh, maka akan menyebabkan bahaya yang hebat pada tubuh, mengganggu saraf dan berbahaya bagi kesehatan.

Banner Kanan
Logo follow bolong