Baca dalam 3 menit

Alibaba & JD.com Tembus Rp 1.911 T dalam Festival Belanja Terbesar Tiongkok, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

Waktu Publish : 21 Jun 2020, 12:20 WIB
SHARE ARTIKEL

Festival 618 di Tiongkok - Image from gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Sebuah festival belanja terbesar di Tiongkok bernama Festival Belanja Tengah Tahun 618, dimulai pertama kali oleh JD.com (). Pada 18 Juni 2020 kemarin, perusahaan e-commerce ini, bersama dengan Alibaba (阿里巴巴) berupaya meningkatkan ekonomi negara dan berhasil mencatat penjualan sebesar US$ 136,51 miliar atau sekitar Rp 1.911 triliun.

Festival 618, sesuai dengan namanya, merupakan festival yang dimulai pada awal bulan dan berakhir pada tanggal 18 Juni. Festival yang diadakan pascapandemi COVID-19 ini bertujuan untuk mendorong konsumsi pasar Tiongkok dan membantu merek-merek global di Tiongkok untuk memanfaatkan tren dan perilaku baru konsumen terhadap e-commerce.

JD.com () menyatakan jumlah transaksi pada platformnya sampai menembus angka 269,2 miliar yuan atau sekitar Rp 532 triliun. Angka ini adalah nilai total dari semua pesanan untuk produk dan layanan di platform online perusahaan JD.com (), terlepas apakah barang tersebut dijual, dikirim atau dikembalikan ke platform tersebut, seperti dilansir dari CNBC. Jumlah tersebut lebih tinggi dari pencapaian transaksi tahun lalu sebesar 201,5 miliar yuan atau sekitar Rp 401 triliun. 

Sementara itu, Alibaba (阿里巴巴) menyatakan nilai barang dagang bruto atau GMV (gross merchandise value) telah mencapai 698,2 miliar yuan atau Rp 1.379 triliun. GMV adalah indikator yang menunjukkan jumlah penjualan di seluruh platform belanja raksasa e-commerce. Alibaba (阿里巴巴) mencetak jumlah GMV 268,4 miliar yuan atau sekitar Rp 534 triliun pada gelaran Singles Day tahun lalu, sebuah festival tahunan yang diselenggarakan tiap 11 November. Sementara di Festival 618, GMV Alibaba (阿里巴巴) telah melampaui lebih dari dua kali lipat dari angka tersebut. Angka rekor penjualan pada Festival 618 menunjukkan terjadinya pemulihan aktivitas konsumsi Tiongkok di tengah pandemi COVID-19. Penjualan ritel turun 2,8% pada Mei dari tahun lalu, tetapi penjualan online barang-barang konsumsi fisik naik 15,6%. JD.com () dan Alibaba (阿里巴巴) mendapat berkah dari cepatnya peralihan belanja online di Tiongkok.

Pada tahun ini, saham JD.com () yang terdaftar di Bursa Nasdaq AS naik 72,5%, sementara saham Alibaba (阿里巴巴) di New York Stock Exchange (NYSE) naik 5,4% pada periode tersebut. Pada perdagangan pagi, awal Jumat (19/6/2020) atau Jumat malam waktu Indonesia, saham JD.com (kode saham JD) minus 2,71% di level US$ 59,14/saham, sementara saham BABA alias Alibaba juga minus 0,33% di posisi US$ 222,08/saham, seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

Melalui informasi di atas, respons positif antusias masyarakat diharapkan mampu meningkatkan perekonomian Tiongkok yang sempat menyusut akibat wabah COVID-19. Seperti dilansir dari BBC, Tiongkok merupakan kekuatan ekonomi dunia karena perannya sebagai konsumen utama serta penghasil barang dan jasa. Perekonomian Tiongkok tentu sangat berpengaruh bagi Indonesia. Dengan terus membaiknya perekonomian Tiongkok, diharapkan agar perekonomian Indonesia juga dapat semakin membaik hari demi hari. 

Terkait

news

Pemerintah Tiongkok Ingin Lakukan Dialog dengan India. Solus...

  • Yohana Intan
  • 21 Jun 2020

news

Tiongkok Kecam Taiwan, Karena Buka Kantor Untuk Tangani Warg...

  • Yohana Intan
  • 21 Jun 2020

business

Alibaba & JD.com Tembus Rp 1.911 T dalam Festival Belanj...

  • Yohana Intan
  • 21 Jun 2020

business

Impor Susu Bubuk Protein Tiongkok dari Australia dan Selandi...

  • Dwi
  • 21 Jun 2020

news

Yuk, Intip Pertemuan Para Pemimpin Tiongkok dan Uni Eropa Ke...

  • Oki
  • 22 Jun 2020

news

Tiongkok Dituduh Sebagai Dalang Serangan Siber di Australia

  • Yohana Intan
  • 22 Jun 2020
Banner Kanan
Logo follow bolong