Sejarah Hari Ini, Hu Yaobang Mengundurkan Diri dari Sekjen PKC - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami
Jakarta, Bolong.id - Pada bulan Desember 1986, sekelompok mahasiswa mengorganisir protes publik di lebih dari selusin kota untuk mendukung liberalisasi politik dan ekonomi. Protes dimulai di Universitas Sains dan Teknologi di Hefei, Anhui, di mana mereka dipimpin oleh astrofisikawan kontroversial, Fang Lizhi, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Rektor universitas.
Pada saat itu, Fang berbicara secara terbuka tentang memperkenalkan reformasi politik yang akan mengakhiri pengaruh Partai Komunis dalam pemerintahan Tiongkok. Protes juga dipimpin oleh dua "intelektual radikal" lainnya, Wang Ruowang dan Liu Binyan.
Setelah dua minggu protes mahasiswa yang menuntut kebebasan gaya Barat yang lebih besar, pada 16 Januari 1987, Politbiro Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok mengadakan pertemuan besar. Hu Yaobang, Sekretaris Jenderal Komite Sentral PKT saat itu, diminta mengundurkan diri dari jabatannya karena pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kepemimpinan kolektif partai dan tidak memenuhi prinsip-prinsip politik utama selama masa jabatannya sebagai sekretaris jenderal partai.
Pertemuan tersebut mengkritik keras Hu Yaobang, dan dengan suara bulat menyetujui permintaan Hu Yaobang untuk mengundurkan diri. Zhao Ziyang dengan suara bulat terpilih untuk bertindak sebagai Sekretaris Jenderal Komite Pusat Partai dan diserahkan ke rapat pleno partai berikutnya untuk diratifikasi. (*)
Advertisement