Baca dalam 3 menit

Makan Sehat Menurut Pengobatan Tradisional China

Waktu Publish : 28 Nov 2020, 14:56 WIB
SHARE ARTIKEL

Makan Sehat Menurut Pengobatan Tradisional China - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Orang Tiongkok punya jawaban tersendiri untuk makan sehat dengan konsep yang sangat terkait dengan pengobatan tradisional Tiongkok. Mereka mungkin adalah pendukung paling keras dari pepatah "Kamu adalah apa yang kamu makan," terlepas dari apakah mereka benar-benar mengikuti nasihat tersebubt.

Berikut ini, Praktisi Medis Tiongkok di Hong Kong, Chan Kei-fat dan Guo Qiming, menjelaskan sejauh mana makanan dan obat-obatan terkait, dan sejauh mana konsep ini dapat diterapkan di tempat-tempat di luar Tiongkok.

1. Makanan adalah obat, obat adalah makanan

Orang kuno Tiongkok yang berasal dari tahun 2200 SM, mulai menemukan nilai medis dari tumbuhan saat mereka masih berburu dan meramu. Beberapa makanan dapat menyembuhkan penyakit, tetapi beberapa juga menyebabkan kematian. Seiring berjalannya waktu, teori medis Tiongkok mulai dikembangkan.

Beberapa makanan dapat dianggap lebih menjadi obat daripada makanan, misalnya ginseng. Ketika makanan dianggap sebagai obat, seseorang harus berkonsultasi dengan seorang praktisi pengobatan tradisional Tiongkok karena memakannya sembarangan bisa saja dapat membuat tubuh lebih buruk. Mengapa? Sebab makanan memiliki sifat yang beragam, dan tubuh berinteraksi secara berbeda dengan makanan yang berbeda pula.

Makanan adalah obat, obat adalah makanan - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

2. Empat sifat makanan

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, makanan dibagi menjadi lima sifat, yaitu dingin, sejuk, netral, hangat, dan panas. Sifat makanan tidak ditentukan oleh suhu sebenarnya, melainkan oleh pengaruhnya terhadap tubuh seseorang setelah dikonsumsi. Ketika seseorang terus menerus makan satu jenis makanan, itu menciptakan ketidakseimbangan dalam tubuhnya, dan mempengaruhi sistem kekebalannya. Jadi, salah satu kunci dalam pengobatan Tiongkok adalah menjaga tubuh kita tetap "netral".

Makanan yang hangat dan panas membawa panas ke tubuh kita, seperti daging sapi, kopi, jahe, cabai, dan gorengan. Sementara itu, makanan dingin dapat mendinginkan tubuh kita seperti salad, keju, teh hijau, dan bir. Makanan netral adalah makanan seperti minyak, nasi, daging babi, dan berbagai jenis ikan.

3. Makna Masakan Lebih dari Sebuah Rasa

Orang Tiongkok membagi rasa menjadi lima jenis, yaitu asam, pahit, manis, pedas, dan asin. Tetapi bagi orang Tiongkok, ini lebih dari sekadar indra perasa saja dalam mencicipi makanan. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, setiap gigitan makanan mengirimkan nutrisi ke organ terkait. Makanan asam masuk ke hati dan membantu menghentikan keringat, meredakan batuk. Makanan asin memasuki ginjal, dan dapat mengeringkan, membersihkan, dan melembutkan gumpalan. Makanan pahit masuk ke jantung dan usus kecil, membantu mendinginkan panas dan mengeringkan kelembaban. Makanan pedas masuk ke paru-paru dan usus besar untuk membantu merangsang nafsu makan. Makanan manis masuk ke perut dan limpa serta membantu melumasi tubuh. Jadi, penting untuk memiliki setiap rasa dalam makanan.

Porsi Makanan Setiap Orang Berbeda - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

4. Porsi Makanan Setiap Orang Berbeda

Sama seperti kita semua memiliki kepribadian yang berbeda, kita semua juga memiliki konstitusi tubuh yang berbeda. Setiap jenis makanan, tergantung pada sifatnya, mungkin bisa memperbaiki atau memperburuk kesehatan. Tidak ada zat yang baik untuk tubuh siapa pun. Banyak yang menganggap jahe sehat, tetapi ketika seseorang yang tubuhnya bersifat kering dan sangat panas, semakin banyak teh jahe yang diminum, maka semakin kering tubuhnya. Jadi, apapun yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

5. Makan Sesuai Musim dan Iklim

Makan Sesuai Musim dan Iklim - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Musim dalam setahun adalah faktor penting lainnya dalam hal memilih makanan. Misalnya, musim semi di Tiongkok sering basah dan lengket, yang berarti kita membutuhkan makanan yang dapat menghilangkan kelembaban di tubuh kita, seperti jagung, kacang putih, dan bawang merah. Musim panas itu panas, jadi kita butuh makanan untuk mendinginkan tubuh, seperti semangka dan mentimun. Sementara itu, musim gugur itu kering, yang berarti kita membutuhkan makanan untuk melembabkan kita, seperti kacang polong dan madu. Di musim dingin kita butuh makanan yang bisa menghangatkan tubuh, seperti daging sapi atau udang.

Iklim suatu tempat juga dapat memengaruhi pilihan makanan kita. Misalnya Provinsi Sichuan di Tiongkok yang mana iklimnya sangat basah dan dingin. Jadi, orang Sichuan suka makan makanan pedas karena makanan pedas membuat kita berkeringat dan dapat menghilangkan kelembaban di tubuh. (*)

Terkait

lifestyle

Shanghai Disneyland Rayakan HUT ke–5

  • Djono W. Oesman
  • 18 Jun 2021

news

AS Harus Jadi Target Selanjutnya Penyelidikan Virus Baru Cor...

  • Visco Joostensz
  • 18 Jun 2021

news

Teori Kebocoran Laboratorium Wuhan Tidak Berdasar

  • Visco Joostensz
  • 18 Jun 2021

news

Pembangunan Jembatan Terpanjang China-Laos Sudah Selesai

  • Nurul Diah
  • 18 Jun 2021

news

Panda Raksasa Tuantuan Debut di Bandara Tianfu, China

  • Nurul Diah
  • 18 Jun 2021

business

Rupiah Melemah, Yuan Ditutup Menguat pada Hari Kamis

  • Visco Joostensz
  • 18 Jun 2021
Banner Kanan
Logo follow bolong