Lama Baca 3 Menit

RI Dapat Komit Investasi Rp117 T dari Jepang-Korea-China

26 August 2022, 16:27 WIB

RI Dapat Komit Investasi Rp117 T dari Jepang-Korea-China-Image-1
Presiden Jokowi Bertemu Chairman Hyundai Motor Group, di Seoul, Korea Selatan, Kamis (28/07/2022) - BPMI Setpres


Jakarta, Bolong.id - Indonesia memperoleh komitmen investasi lebih dari Rp177 triliun, setelah kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok pada akhir Juli 2022.

Dilansir dari bisnis.com Kamis (25/08/22), Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa Korea Selatan menyatakan komitmen investasi senilai lebih dari Rp100 triliun. 

Dalam komitmen investasi itu, terdapat komitmen penambahan investasi sebesar US$3,5 miliar (sekitar Rp. 51 Triliun) dari Posco, yang akan bekerja sama dengan Krakatau Steel untuk memproduksi baja untuk otomotif, termasuk kendaraan listrik.

Selain itu, Indonesia pun mendapat komitmen investasi untuk pembangunan pabrik sepatu di Sragen, Jawa Tengah yang akan menyerap tenaga kerja kurang lebih 30.000 orang. Lalu, perusahaan teknologi LG menyatakan akan membangun pabrik baterai listrik dan berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Dalam pembangunan pabrik, semuanya masih dalam schedule, sermua pekerjaan, dan realisasinya sebagiannya sudah jalan," kata Bahlil.

Tiongkok pun menyatakan akan berinvestasi dalam pembangunan Green Industrial Park di Kalimantan Utara dan energi baru terbarukan. Pembangunan infrastruktur di Kalimantan Utara pun sudah mulai. Hal-hal lain yang terkait dengan Tiongkok, pengembangan untuk CATL, kemudian beberapa energi terbarukan pun sudah berjalan," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan investasi dari Jepang yang masuk ke Indonesia, di antaranya tambahan investasi dari Mitsubishi senilai Rp10 triliun, Toyota Group senilai Rp27,1 triliun, dan realisasi investasi dari Glico, maupun dari sektor retail.

Selain itu, komitmen investasi Jepang selanjutnya diperoleh dari Sojitz Corp yang akan membangun industri metanol di Teluk Bintuni dan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat. "Total investasi dari Jepang pun tercatat mencapai US$5,2 miliar atau setara Rp77 triliun," katanya. (*)