Baca dalam 3 menit

WIPO: China Merayap Lebih Dekat ke 10 Ekonomi paling Inovatif

Waktu Publish : 21 Sep 2021, 21:07 WIB
SHARE ARTIKEL

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Tiongkok - Image from Internet. Segala keluhan mengenai hak cipta dapat menghubungi kami

Jenewa, Bolong.id - Tiongkok masih menjadi satu-satunya ekonomi berpenghasilan menengah dalam daftar 30 ekonomi paling inovatif di dunia, memantapkan dirinya sebagai pemimpin inovasi global dan mendekati 10 besar, menurut laporan yang dirilis oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia atau World Intellectual Property Organization (WIPO) pada hari Senin.

Dilansir dari中国经济网 pada Senin (20/09/2021), dalam Global Innovation Index (GII) 2021, WIPO menunjukkan bahwa Tiongkok telah membuat kemajuan dari peringkat 14 tahun lalu menjadi 12 tahun ini dan sekarang, mengejar 10 besar GII, yang menggarisbawahi pentingnya kebijakan pemerintah yang berkelanjutan dan insentif untuk merangsang inovasi.

Sejak 2013, Tiongkok telah naik peringkat GII secara konsisten dan mantap, memantapkan dirinya sebagai pemimpin inovasi global.

Menurut GII, jumlah paten Tiongkok berdasarkan asalnya, berdasarkan produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi daripada paten Jepang, Jerman dan Amerika Serikat, dan bahkan lebih mengesankan jika dipertimbangkan secara absolut. Hal yang sama berlaku untuk jumlah merek dagang dan desain industri berdasarkan asal sebagai persentase dari PDB.

Dalam hal klaster inovasi secara geografis, daftar 10 teratas tetap sama seperti tahun lalu dengan hanya sedikit pergeseran. Shenzhen-Hong Kong-Guangzhou dan Beijing kini masing-masing menempati peringkat kedua dan ketiga, setelah cluster Tokyo-Yokohama di Jepang. Shanghai menempati urutan kedelapan. Dari 100 cluster teratas, Tiongkok memiliki 19.

Diterbitkan setiap tahun, Global Innovation Index memberikan ukuran kinerja dan memberi peringkat 132 ekonomi pada ekosistem inovasi mereka. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Inggris terus memimpin peringkat inovasi. Negara lain yang masuk dalam 10 besar GII antara lain Korea Selatan, Belanda, Finlandia, Singapura, Denmark, dan Jerman.

Menurut Direktur Jenderal WIPO Daren Tang, "terlepas dari dampak besar pandemi COVID-19... banyak sektor telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa, terutama yang telah merangkul digitalisasi, teknologi, dan inovasi."

"Ketika dunia ingin membangun kembali dari pandemi, kita tahu bahwa inovasi merupakan bagian integral untuk mengatasi tantangan bersama yang kita hadapi dan untuk membangun masa depan yang lebih baik," katanya. (*)


Informasi Seputar Tiongkok

Terkait

business

Krisis Energi Ancam Pemulihan Ekonomi Global

  • Djono W. Oesman
  • 18 Oct 2021

business

Ekspor China Naik 28% di Tengah Krisis Listrik

  • Esy Gracia
  • 16 Oct 2021

business

Bank Sentral China Janjikan Penekanan Pada Pengawasan Indust...

  • Esy Gracia
  • 12 Oct 2021

business

Ant Group Tingkatkan Modal 47% Dalam Proses Restrukturisasi

  • Lupita
  • 11 Oct 2021

business

Evergrande Berikan Opsi Berbagi Kepada Lebih Dari 3.000 Kary...

  • Lupita
  • 22 Sep 2021

business

Siap-siap, Pasar Mobil Bekas di China Akan Banyak di Masa De...

  • Lupita
  • 24 Aug 2021
Load more
Banner Kanan
Logo follow bolong