Baca dalam 3 menit

Sumpit Cerminkan Filosofi dan Nilai Kehidupan Masyarakat Tionghoa

SHARE ARTIKEL

sumpit - Image from his-travel.co.id

Jakarta, Bolong.id - Sebagai peralatan makan yang unik di Tiongkok dan Asia, sumpit dignakan sebagai alat makan dan mengungkapkan filosofi dan nilai-nilai kehidupan Tionghoa.

Untuk apa sumpit dibuat?

Awalnya umum bagi manusia mengambil makanan dengan jari, kemudian Asia Timur dan Eropa Barat menginovasikan peralatan makan untuk memenuhi etika sosial dan budaya. Mengapa Tiongkok manggunakan sumpit sebagai pengganti pisau dan garpu?

Ini terkait dengan kebiasaan hidup orang Tionghoa. Dibandingkan dengan daerah lain, orang Tiongkok lebih menyukai sayuran, daging, dan biji-bijian yang dimasak matang. Zaman dahulu, ada dua cara memasak yaitu memanggang dan merebus.

Sumpit untuk masak - Image from CGTN

Tiongkok memiliki budaya tembikar yang maju, karena itu merebus masakan adalah metode tradisional yang sering digunakan. Merebus makanan dalam tembikar membutuhkan banyak air dan memerlukan tongkat kayu kecil untuk mengaduk masakan.

Menurut etimologi, nama asli sumpit dalam bahasa Mandarin adalah "Zhu", yang artinya "mendidih". Ini membuktikan bahwa sejak awal sumpit memang digunakan untuk memasak.

Sumpit berevolusi menjadi peralatan makan

Awalnya sumpit tembaga pertama kali ditemukan pada 770-467 SM. Diyakini karena sumpit bambu dan kayu diyakini sudah membusuk pada saat itu.

Filsuf Tiongkok Han Fei pernah menulis bahawa Raja Zhou dari Dinasti Shang (1600-1046 SM) telah menggunakan sumpit yang terbuat dari gading. Tapi menurut beberapa peniliti kontemporer, Orang Tiongkok sudah menggunakan sumpit sejak Zaman Neolitikum.

Bagaimana sumpit berevolusi menjadi peralatan makan?

Menurut dokumen sejarah, hingga Dinasti Tang (618-907), orang tampaknya sudah menggunakan sumpit dan sendok untuk makan.

Menurut para peniliti, salah satu alasan sumpit sangat erat dengan masyarakat Tiongkok karena hanya sumpit yang memungkinkan orang makan di satu piring yang sama. sedangkan dengan pisau, garpu atau sendok mereka tidak bisa melakukan hal yang sama.

Bahan sumpit menunjukkan nilai kesetaraan sosial Tionghoa

Sumpit - Image from mediasuara.com

Sumpit sebagian besar terbuat dari bambu dan kayu. Alasan utamanya adalah awalnya sumpit digunakan sebagai alat memasak. Selama proses memasak, makanan perlu diaduk terus-menerus. Bambu dan kayu adalah bahan yang lebih baik dalam urusan memasak.

Selain itu, sumpit bambu dan kayu lebih murah dan mudah didapat. Pada abad ke-17, garpu masih menjadi barang mewah bagi kelas atas di Barat. Mereka biasanya terbuat dari emas dan perak sehingga hanya sedikit orang biasa yang bisa memilikinya.

Bagi orang Tiongkok, sumpit adalah simbol budaya terbaiknya, dengan harganya murah dan serbaguna. Sepasang sumpit mencerminkan budaya dan peradaban di Tiongkok. (*)

Terkait

culture

Sumpit Cerminkan Filosofi dan Nilai Kehidupan Masyar

  • Lupita
  • 14 Nov 2020
Logo follow bolong