
Beijing, Bolong.id - Tiongkok mencatat penurunan signifikan kasus kejahatan narkoba pada 2025, seiring pengetatan penegakan hukum dan tata kelola yang semakin efektif. Hal ini diumumkan oleh Mahkamah Agung Rakyat Tiongkok (Supreme People’s Court/SPC).
Dilansir dari 光明网 Senin (02/02/26), sepanjang 2025, pengadilan di seluruh Tiongkok menyelesaikan 23.732 perkara narkoba tingkat pertama, turun lebih dari 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam periode 2023–2025, sebanyak 93.000 kasus telah diputus dengan 133.000 terdakwa dijatuhi hukuman, di mana sekitar 20 persen menerima vonis penjara lima tahun atau lebih.
Hakim senior SPC Liu Weibo mengungkapkan bahwa meski jumlah kasus menurun, Tiongkok menghadapi pergeseran pola penyalahgunaan narkoba, termasuk meningkatnya kasus narkotika jenis baru seperti obat bius medis dan zat psikoaktif.
SPC menegaskan akan tetap bersikap tegas terhadap kejahatan narkoba, sekaligus menjaga agar kebutuhan medis masyarakat tetap terlindungi dan tidak terganggu oleh kebijakan hukum.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, SPC juga merilis enam kasus narkoba tipikal untuk meningkatkan kesadaran publik, khususnya generasi muda, agar mampu mengenali dan menolak bahaya narkoba. (*)
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
