Sejarah Hari Ini 70 Tahun Lalu, China Baru Tutup Rumah Bordil

logo clock 3 Menit logo clock 21-11-2020, 14:01

Sejarah Hari Ini, China Baru Menghilangkan Rumah Bordil - gambar diambil dari internet, segala keluhan mengenai hak cipta, dapat menghubungi kami

Jakarta, Bolong.id - Rezim baru Tiongkok (1949) menutup semua rumah bordil. Para PSK (Pekerja Seks Komersial) hidup baru, belajar Tari Yangko di lembaga pemasyarakatan. Pada 21 November 1949, Kongres Rakyat Kota Beijing Kedua mengesahkan keputusan tersebut, dan langsung dilaksanakan malam itu juga.

Luo Ruiqing, Menteri Keamanan Publik Tiongkok Baru yang pertama, mengarahkan tindakan ini. Sekitar jam 8 malam waktu setempat, Luo Ruiqing mengeluarkan perintah "eksekusi". Lebih dari 200 sepeda motor dan lebih dari 50 jip membawa ratusan petugas keamanan publik dan tentara ke rumah pelacuran di Beijing.

Bada Hutong, rumah pelacuran di Beijing selama ratusan tahun, dikepung tentara bersenjata lengkap. Petugas mengumpulkan pemilik bordil dan mengumumkan kepada mereka: “Mulai sekarang, bordil ditutup.” Setelah aksi malam itu, 224 rumah bordil di Beijing ditutup, 454 pemiliknya dikumpulkan, dan lebih dari 1.290 PSK dibebaskan.

Resolusi Pemerintah Kota Beijing untuk menutup rumah bordil menyatakan: "Rumah bordil adalah sisa dari sistem brutal para penguasa lama dan pengeksploitasi yang menghancurkan jiwa dan tubuh wanita, serta menghina kepribadian wanita, menginfeksi penyakit seks menular, dan sangat berbahaya bagi kesehatan nasional." 

Selain itu, mereka yang melakukan kejahatan berat dihukum sesuai dengan aturan yang ada, mereka yang bersedia untuk bertobat dari kejahatan diizinkan untuk mengakui kesalahan dan diberi jalan menuju rehabilitasi. 

Di sisi lain, pemerintah Tiongkok juga menyita harta benda yang telah dikumpulkan dengan memanfaatkan para PSK dan menggunakannya sebagai bantuan bagi para PSK, ini dilakukan agar pemilik rumah bordil dihukum oleh aturan yang ada dan tidak berani berbuat kejahatan serupa di kemudian hari. 

Bagi PSK, ada kebijakan rehabilitasi, menyembuhkan penyakit kelamin, dan bimbingan membangunkan kesadaran mereka, mengubah pikiran mereka, dan menjadikan mereka orang-orang sehat yang bergantung pada pekerjaan legal untuk mencari nafkah.

Penulis : Aisyah Hidayatullah
Editor : Djono W. Oesman

Terkait

Kota Ini Bangun Museum untuk Reruntuhan Situs Warisan Dunia

 

logo clock 25-11-2020, 07:01
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Jenazah 2.000 Tahun Ditemukan di Italia

 

logo clock 24-11-2020, 22:45
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Penerbit Musik Top Jerman Rilis Buku, Tandai 100 Tahun Lagu dan Seni China

 

logo clock 24-11-2020, 16:01
logo clock Baca ini dalam 3 Menit
logo share

Manuskrip Film 'Harry Potter' dan 'Avatar' Dipamerkan di Beijing

 

logo clock 24-11-2020, 13:21
logo clock Baca ini dalam 2 Menit
logo share

Perpaduan Fotografi, Fokus Kaligrafi

 

logo clock 23-11-2020, 13:26
logo clock Baca ini dalam 4 Menit
logo share

Viral