
Bolong.id - Festival Pertengahan Musim Gugur adalah perayaan tradisional terbesar kedua di Tiongkok setelah Tahun Baru Imlek. Bagi masyarakat Tiongkok, momen ini ibarat Thanksgiving di Barat hari istimewa untuk kumpul keluarga, menikmati hidangan, dan merayakan kebersamaan.
Lalu, bagaimana cara orang Tiongkok merayakannya? Inilah 10 tradisi yang paling dikenal:
1. Makan Malam Bersama Simbol Kehangatan Keluarga
Festival ini melambangkan reuni keluarga, jadi momen paling penting adalah makan malam bersama. Banyak orang berusaha pulang kampung demi bisa berkumpul dengan orang tua, meski hanya untuk satu malam. Maka jangan heran kalau jalanan penuh kemacetan di hari itu.
Hidangan yang disajikan biasanya bernuansa musim gugur, seperti labu, ubi, jeruk bali, kacang walnut, hingga makanan khas seperti kepiting, babi, atau bebek.
2. Menikmati Kue Bulan (Mooncake)

Kue bulan adalah ikon utama festival ini. Dulu, kue ini dipersembahkan untuk Dewa Bulan, namun kini menjadi simbol reuni dan keberuntungan. Selain disantap bersama keluarga, mooncake juga populer sebagai hadiah untuk kerabat, teman, atau kolega.
3. Mengagumi Indahnya Bulan Purnama
Konon, bulan di malam Festival Pertengahan Musim Gugur adalah yang paling bulat dan paling terang sepanjang tahun. Bulan purnama melambangkan kebersamaan keluarga. Banyak orang memilih melihat bulan dari atap rumah, balkon, tepi danau, atau pegunungan. Sejak zaman kuno, para penyair Tiongkok sering menuliskan kerinduan terhadap kampung halaman lewat keindahan bulan.
4. Sembahyang Bulan — Tradisi yang Mulai Hilang
Dulu, setelah makan malam keluarga menaruh meja di luar rumah untuk menyembah bulan dan memanjatkan doa. Mereka mempersembahkan kue bulan, jeruk bali, anggur, dan buah musiman lainnya untuk Dewi Chang’e, sang Dewi Bulan. Kini, tradisi ini makin jarang ditemui di kota besar, namun masih bisa dijumpai di desa-desa.

5. Membuat dan Menyalakan Lampion — Favorit Anak-Anak
Bagi anak-anak, membuat lampion berwarna-warni adalah kegiatan seru. Bentuknya beragam, dari hewan, bunga, hingga tanaman. Lampion digantung di rumah atau taman, bahkan ada yang diterbangkan ke langit dengan lilin di dalamnya (lampion Kongming). Biasanya, anak-anak menuliskan doa atau harapan sebelum lampion dilepas.

6. Memberi Hadiah untuk Kerabat dan Teman
Festival ini juga jadi momen saling memberi hadiah. Orang-orang biasanya berkunjung sebentar ke rumah saudara atau teman dengan membawa buah atau kue bulan, lalu pulang sebelum makan malam. Banyak perusahaan juga memberikan paket hadiah untuk karyawannya.
7. Menyaksikan Ombak Raksasa Sungai Qiantang
Di Provinsi Zhejiang, ada tradisi unik: menyaksikan gelombang pasang terbesar di Sungai Qiantang. Puncaknya terjadi sekitar Festival Pertengahan Musim Gugur. Ribuan orang berkumpul di tepi sungai, dan acara ini bahkan disiarkan langsung di televisi.
8. Membakar “Pagoda” Api
Di sebagian daerah Tiongkok Selatan, ada tradisi membuat pagoda dari bata dan kayu bakar. Pada malam festival, pagoda dinyalakan hingga api dan percikan membumbung tinggi. Api melambangkan sukacita panen dan doa untuk masa depan yang lebih baik.
9. Menyaksikan Tari Naga Api di Hong Kong

Di Hong Kong, ada tradisi spektakuler: tarian naga api. Seekor naga sepanjang lebih dari 70 meter, dihiasi dupa menyala, digerakkan puluhan orang menelusuri jalan sempit di kawasan Tai Hang. Pertunjukan ini berlangsung selama tiga malam dan selalu dipadati penonton.
10. Minum Anggur Bunga Osmanthus
Bunga osmanthus mekar di musim gugur dan dianggap simbol cinta, kemakmuran, serta kesuburan. Minum anggur bunga osmanthus saat festival dipercaya membawa keharmonisan keluarga dan keberuntungan. Tradisi ini masih populer di Zhejiang dan Jiangsu.
Informasi Seputar Tiongkok
Advertisement
